Bandung — Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,7 mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/1/2026) petang. Guncangan terjadi pada pukul 18.37 WIB dan sempat dirasakan warga di sejumlah wilayah sekitar episentrum.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa pusat gempa terletak pada koordinat 7,80 derajat Lintang Selatan dan 107,28 derajat Bujur Timur, tepatnya berada 90 kilometer barat daya Kabupaten Bandung dengan kedalaman 27 kilometer.
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, lembaga tersebut mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan atau dampak lainnya, terutama bagi wilayah rawan longsor atau perbukitan yang labil akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa tersebut,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Data yang disampaikan merupakan hasil analisis awal dan bersifat sementara. BMKG menyebutkan bahwa informasi ini diutamakan untuk kecepatan penyampaian kepada publik dan dapat diperbarui seiring pendalaman hasil monitoring.
Sejumlah warga dilaporkan sempat merasakan guncangan ringan selama beberapa detik, namun tidak menimbulkan kepanikan. Pihak berwenang setempat saat ini terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta relawan kebencanaan untuk mengecek kemungkinan dampak gempa di lokasi-lokasi yang dekat dengan pusat gempa.
Sejauh ini aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya tetap berjalan normal. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggali informasi dari sumber resmi, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga telah menyiagakan petugas untuk merespons cepat bila ditemukan tanda-tanda dampak atau laporan dari lapangan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana geologi, terutama di wilayah Jawa Barat yang masuk dalam zona rawan gempa. (*)


















