Keluhan Kesehatan Masyarakat Baduy Didominasi Penyakit Kulit dan Gangguan Pencernaan

TEROPONG JABAR

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 02:51 WIB

50163 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak – Kementerian Kesehatan mencatat penyakit kulit dan gangguan pencernaan merupakan dua keluhan kesehatan yang paling banyak dialami oleh masyarakat Baduy. Temuan ini didapat saat Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, melakukan kunjungan langsung ke wilayah Baduy, Banten, pada awal tahun 2026.

“Kalau saya tadi tanya-tanya, yang sebagian besar itu gatal, sama pencernaan. Seperti mencret atau diare,” ujar Kunta saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (1/1/2026).

Kunta menilai tingginya keluhan kesehatan tersebut berkaitan erat dengan keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi di wilayah masyarakat adat. Ia menyebut, faktor lingkungan masih menjadi tantangan mendasar dalam menjaga kondisi kesehatan warga Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan, khususnya ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memang masih terbatas,” katanya.

Sebagai upaya awal, Kementerian Kesehatan telah menyalurkan berbagai jenis obat-obatan dasar kepada masyarakat. Obat-obatan tersebut disesuaikan dengan jenis keluhan yang dominan di wilayah tersebut, mulai dari obat demam, sakit perut, hingga salep kulit untuk mengatasi gatal-gatal dan infeksi kulit seperti kudis.

Selain penanganan medis, Kemenkes juga memberikan edukasi kesehatan melalui pendekatan langsung kepada warga. Edukasi difokuskan pada penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti pentingnya mencuci tangan dengan sabun, memasak air hingga matang, serta menjaga kebersihan makanan dan lingkungan.

“Upaya-upaya sederhana ini penting supaya mereka bisa mendapatkan makanan dan minuman yang lebih bersih. Ke depannya diharapkan bisa menekan angka keluhan kesehatan,” ujar Kunta.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan pun perlahan meningkat, meski tantangan masih tetap ada. Narja, warga Desa Cihuni, Baduy Luar, menuturkan bahwa persoalan lambung juga menjadi keluhan yang kerap dialami warga. Ia menyebut, kondisi tersebut tak jarang diperparah oleh keterbatasan akses terhadap obat-obatan tertentu, seperti antibiotik atau obat sakit maag.

“Kalau di sini kebanyakan keluhannya itu lambung, istilah kedokterannya mungkin sakit maag atau semacam itu. Selain itu, gigi juga sering jadi masalah,” kata Narja.

Menurutnya, kebutuhan akan obat-obatan dasar di kalangan masyarakat sangat penting, mengingat mayoritas warga Baduy Luar bekerja sebagai petani dan tinggal di lokasi terpencil yang cukup jauh dari fasilitas layanan kesehatan.

“Kami bukan minta disediain terus, tapi paling tidak buat jaga-jaga. Kalau sakit, mau berobat ke mana lagi?” tuturnya.

Kementerian Kesehatan akan terus melanjutkan pendekatan preventif di wilayah-wilayah terpencil dengan karakteristik masyarakat adat seperti di Baduy. Dalam jangka panjang, pemerintah berupaya memastikan bahwa akses terhadap layanan dasar, termasuk air bersih, sanitasi, dan obat-obatan, dapat ditingkatkan secara merata, tanpa mengabaikan keunikan identitas dan kearifan lokal masyarakat setempat. (*)

Berita Terkait

Penuh Haru dan Kekeluargaan, Kanwil Ditjenpas Sumut Lepas Yudi Suseno Menuju Amanah Baru di Jawa Barat
Rakernas I XTC Indonesia: Bukan Sekadar Rapat, Tapi Momentum Kebangkitan
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
Diduga Izin Belum Terbit, Bayani Residence Tetap Dibangun dan Jual Unit, Konsumen Terancam Dirugikan
Akses Perumahan di Jalur Sungai Dipersoalkan, BBWS Siap Panggil dan Sanksi Pengembang Bima Land City 3
PW GPA DKI Jakarta: Stop Hoaks dan Framing Sesat soal Indikatif Keterlibatan TNI di Demo Agustus 2025
Lapas Kelas IIA Binjai Gelar Munggahan Sambut Ramadan 1447 H, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Pegawai
Oragnisasi Kepemudaan Apresiasi Penganugerahan Bintang Jasa Utama Kepada Kepala BGN Dadan Hindayana

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:30 WIB

Samsuri, S.Pd.I., M.A. Menjawab Panggilan Sejarah sebagai Calon Presiden RI 2029–2034

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:05 WIB

BRI KC Jakarta Tanjung Duren Dorong Digitalisasi UMKM melalui Akuisisi QRIS

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:20 WIB

Hentikan Framing Negatif Terhadap Menpar Widiyanti Putri Wardhana, Harusnya Mendapatkan Apresiasi

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:53 WIB

BNN Bongkar Produksi Vape Narkoba Omzet Rp 18 M, PW GPA DKI : BNN Selamatkan Ribuan Pemuda Dari Bahaya Narkoba

Minggu, 4 Januari 2026 - 02:24 WIB

DPP PW FRN Resmi Tunjuk Agus Suriadi Pimpin DPW Aceh Lima Tahun ke Depan

Kamis, 30 Maret 2023 - 19:21 WIB

Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Berita Terbaru