Rakyat Menjerit, Negara Membisu: Perlawanan Atas Ketidakadilan Ekonomi

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:01 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aminah Sabil Wartawati nedia online Jawa Barat (ft. Aminah) 

Bogor – Hari ini, rakyat hidup dalam himpitan yang semakin kejam. Harga melambung, pekerjaan menghilang, kebutuhan pokok tak terjangkau, sementara negara sibuk memamerkan keberhasilan semu di layar kaca. Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Dan yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil.

Di Bogor, jeritan ekonomi terdengar jelas. Pedagang kecil gulung tikar, buruh dirumahkan, petani tercekik biaya produksi, nelayan kehilangan daya beli, sementara bantuan dan solusi nyata nyaris tak menyentuh akar persoalan. Rakyat lapar, rakyat haus, rakyat kelelahan — namun yang disajikan justru pencitraan dan narasi keberhasilan yang jauh dari kenyataan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemberantasan korupsi tanpa keberpihakan ekonomi hanyalah tontonan kosong. Apa artinya menangkapi koruptor jika dapur rakyat tetap tak berasap? Apa makna pidato-pidato megah jika anak-anak bangsa masih putus sekolah dan orang tuanya terjebak dalam kemiskinan struktural?

Presiden dan seluruh jajaran kekuasaan memikul tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan kesejahteraan rakyat.

Negara wajib hadir: memberi modal usaha, membuka lapangan kerja, menyediakan hunian layak, menjamin pendidikan gratis, menjamin kesehatan, serta menciptakan lingkungan hidup yang aman dan sehat. Bukan sekadar mengumbar janji dan memoles citra kekuasaan.

Rakyat muak pada simbolisme kosong. Rakyat menuntut perubahan nyata. Sebab, ketika negara gagal memenuhi kebutuhan dasarnya, maka perlawanan rakyat menjadi keniscayaan sejarah.

Jika kekuasaan lebih sibuk mengejar ambisi politik dan target pencitraan, sementara penderitaan rakyat diabaikan, maka sejatinya negara sedang membangun bom waktu sosial. Ketimpangan, kemiskinan, dan ketidakadilan adalah bahan bakar lahirnya konflik.

Indonesia Emas tidak akan pernah terwujud di atas perut kosong dan air mata rakyat. Negeri ini tidak kekurangan kekayaan, yang kurang adalah keberanian berpihak. Bukan rakyat yang bodoh, tetapi sistem yang membuat rakyat terus menjadi korban.

Sejarah selalu mencatat: ketika penguasa menutup telinga, suara rakyat akan berubah menjadi gelombang perlawanan. Dan ketika keadilan tak lagi diberikan, maka ia akan direbut.

Rakyat tidak meminta belas kasihan. Rakyat menuntut haknya.

Penulis : Aminah Sabil

Wartawati Satunews.id

Bogor, 7 Februari 2026

Kontak WA

08xxxxxxxx

Berita Terkait

Diskominfo Jabar Terima Audiensi SWI, Edi Suprapto Tekankan Pentingnya Kesetaraan bagi Media Lokal dan Regional
SWI Jabar Perluas Jaringan Komunikasi, Perkuat Hubungan Kelembagaan dengan Kesbangpol
SWI dan UMJ Perkuat Tri Dharma, Wartawan Dilibatkan dalam Pendidikan dan Pengabdian
Disdikbud Kabupaten Subang Laksanakan Uji Kompetensi Guru, Kasubag Umpeg Turut Awasi Pelaksanaan di SMPN 4 Subang
SWI Melangkah Lebih Maju: Profesionalisme, Integritas, dan Green Impact Menjadi Arah Baru
DPP SWI Resmi Dilantik, Komitmen Membangun Pers Berintegritas Kian Dipertegas
DPP XTC Indonesia Matangkan Tertib Administrasi dan Deklarasi Nasional dalam Rapat Konsolidasi di Bandung
Dugaan Kejanggalan SPMB Jalur MBK Menguat, Orang Tua Siap Perjuangkan Hak Anak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:56 WIB

HKTI Hilirisasi, Dorong Petani Naik Kelas dan Sejahtera

Kamis, 24 September 2026 - 06:32 WIB

15.887 Pekerja di Lumajang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dari DBHCHT 2026

Kamis, 24 September 2026 - 06:11 WIB

Kejar Target Bantuan, Disnakertrans Lumajang Temukan Data Penerima Sudah Pindah hingga Meninggal

Rabu, 23 September 2026 - 22:43 WIB

15.887 Pekerja Rentan Lumajang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Dibiayai DBHCHT

Selasa, 22 September 2026 - 16:35 WIB

HUT ke-81 TNI di Lumajang: 20 UMKM Ramaikan Bazar, Sembako Dijual di Bawah Harga Pasar

Selasa, 22 September 2026 - 10:20 WIB

HUT ke-81 TNI di Lumajang, Dandim Borong Dagangan UMKM hingga Dibagikan ke Prajurit

Senin, 21 September 2026 - 21:55 WIB

68 Orang Wakili Lumajang di PORSADIN VII Jatim, Bawa Misi Ukir Prestasi

Senin, 21 September 2026 - 21:45 WIB

PPP Lumajang Target 10-12 Kursi di 2029, Sudi Sentil DPW dan DPP: Jangan Hanya Disuruh Membesarkan Partai

Berita Terbaru

oplus_0

REGIONAL

HKTI Hilirisasi, Dorong Petani Naik Kelas dan Sejahtera

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:56 WIB