Pemkot Bandung Kembangkan Gig Economy, Gen Z Disiapkan Jadi Penggerak

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:52 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Bandung Kembangkan Gig Economy, Gen Z Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Teropong jabar. Online// Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung pengembangan Gig Economy sebagai salah satu motor kebangkitan ekonomi baru, khususnya bagi generasi muda.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan, Gig Economy menjadi jawaban atas perubahan besar dunia kerja yang semakin berbasis proyek, teknologi, dan fleksibilitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Kota Bandung memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

“Bandung punya ekosistem yang sangat lengkap. Ada ITB di jantung kota, ada ratusan profesor dan kampus-kampus unggulan lain. Tinggal bagaimana kita menyambungkan talenta, riset, dan industri agar lahir pusat-pusat ekonomi baru,” ujar Farhan saat menghadiri Launching Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z dan Soft Launching AI Open Innovation Challenge di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat, 30 Januari 2026.

Pemkot Bandung Kembangkan Gig Economy, Gen Z Disiapkan Jadi Penggerak

Farhan menyebut, Pemkot Bandung siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, dan sektor industri untuk memastikan transformasi ekonomi berbasis sains dan teknologi berjalan cepat dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto menyampaikan, pemerintah pusat mendorong lahirnya industri-industri baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai respons terhadap fenomena deindustrialisasi yang terjadi selama ini.

Ia mendorong kolaborasi erat antara universitas, pemerintah, dan industri agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen inovasi bernilai tambah tinggi.

“Kebangkitan ekonomi nasional harus ditopang industri berbasis sains dan teknologi. Universitas menjadi kunci, riset harus didukung dan dilanjutkan oleh industri agar dampaknya nyata,” ujar Brian.

Di tempat yang sama, Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara menyebut, Gig Economy bukan sekadar fenomena ekonomi baru, melainkan pergeseran mendasar dalam dunia kerja yang menuntut fleksibilitas, kreativitas, dan kemampuan adaptasi tinggi.

Ia menuturkan, perguruan tinggi memiliki tiga peran utama dalam ekosistem ini, yakni mencetak talenta unggul yang siap menciptakan lapangan kerja, menjadi pusat inovasi dan riset, serta menjadi mitra strategis pemerintah dan industri dalam merumuskan kebijakan ekonomi digital yang berkelanjutan.

“Mahasiswa dan alumni adalah penggerak utama ekosistem ini. Mereka paling adaptif terhadap teknologi, berani bereksperimen, dan siap membangun model kerja baru melalui Gig Economy,” ujarnya.

Sebagai informasi, Program Gig Economy dirancang Kemenko Perekonomian Republik Indonesia untuk memperkuat ekosistem digital dari hulu ke hilir, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga pengembangan industri semikonduktor.

Pemerintah menargetkan implementasi program ini di 15 kota di Indonesia, dengan Jakarta sebagai prototipe awal.

Pelatihan Gig Economy ini dirancang selama dua hari. Pada hari pertama, peserta dibekali materi kecerdasan buatan, mulai dari pembuatan chatbot hingga pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten video. Hari kedua difokuskan pada penguatan aspek bisnis dan pengembangan model usaha berbasis proyek digital.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman serta Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon turut hadir dan menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem Gig Economy. (rob)**

(HMS/Red) **

Berita Terkait

Diskominfo Jabar Terima Audiensi SWI, Edi Suprapto Tekankan Pentingnya Kesetaraan bagi Media Lokal dan Regional
SWI Jabar Perluas Jaringan Komunikasi, Perkuat Hubungan Kelembagaan dengan Kesbangpol
SWI dan UMJ Perkuat Tri Dharma, Wartawan Dilibatkan dalam Pendidikan dan Pengabdian
Disdikbud Kabupaten Subang Laksanakan Uji Kompetensi Guru, Kasubag Umpeg Turut Awasi Pelaksanaan di SMPN 4 Subang
SWI Melangkah Lebih Maju: Profesionalisme, Integritas, dan Green Impact Menjadi Arah Baru
DPP SWI Resmi Dilantik, Komitmen Membangun Pers Berintegritas Kian Dipertegas
DPP XTC Indonesia Matangkan Tertib Administrasi dan Deklarasi Nasional dalam Rapat Konsolidasi di Bandung
Dugaan Kejanggalan SPMB Jalur MBK Menguat, Orang Tua Siap Perjuangkan Hak Anak

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:56 WIB

HKTI Hilirisasi, Dorong Petani Naik Kelas dan Sejahtera

Kamis, 24 September 2026 - 06:32 WIB

15.887 Pekerja di Lumajang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dari DBHCHT 2026

Kamis, 24 September 2026 - 06:11 WIB

Kejar Target Bantuan, Disnakertrans Lumajang Temukan Data Penerima Sudah Pindah hingga Meninggal

Rabu, 23 September 2026 - 22:43 WIB

15.887 Pekerja Rentan Lumajang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Dibiayai DBHCHT

Selasa, 22 September 2026 - 16:35 WIB

HUT ke-81 TNI di Lumajang: 20 UMKM Ramaikan Bazar, Sembako Dijual di Bawah Harga Pasar

Selasa, 22 September 2026 - 10:20 WIB

HUT ke-81 TNI di Lumajang, Dandim Borong Dagangan UMKM hingga Dibagikan ke Prajurit

Senin, 21 September 2026 - 21:55 WIB

68 Orang Wakili Lumajang di PORSADIN VII Jatim, Bawa Misi Ukir Prestasi

Senin, 21 September 2026 - 21:45 WIB

PPP Lumajang Target 10-12 Kursi di 2029, Sudi Sentil DPW dan DPP: Jangan Hanya Disuruh Membesarkan Partai

Berita Terbaru

oplus_0

REGIONAL

HKTI Hilirisasi, Dorong Petani Naik Kelas dan Sejahtera

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:56 WIB