KS Model Lumajang Rayakan 32 Tahun, Fokus Mencetak Generasi Percaya Diri dan Berprestasi
Lumajang,Teropong Jabar,Senin,6/7/2026 – Komunitas seni dan pendidikan model KS Model Lumajang terus menunjukkan eksistensinya dalam membina generasi muda melalui dunia modeling. Memasuki usia ke-32 tahun, KS Model tidak hanya menggelar ajang pencarian bakat, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa percaya diri anak sejak usia dini.Acara ini di adakan di pendopo Arya Wiraraja.(Minggu,5/7/2026)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua KS Model Lumajang, Sandhy Dhamara, mengatakan bahwa tujuan utama penyelenggaraan ajang tersebut bukan semata-mata mencari juara, melainkan memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri melalui dunia modeling.
“Yang kami cari bukan hanya bakat, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri kepada anak-anak. Sebagian besar peserta kami masih berusia anak-anak, sehingga sejak awal mereka kami latih untuk berani tampil di atas catwalk. Dengan latihan yang berkelanjutan, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu tampil dengan baik di depan publik,” ujar Sandhy.
Menurutnya, pembentukan mental sejak dini menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Dunia modeling, kata dia, bukan sekadar mengajarkan teknik berjalan di atas catwalk, tetapi juga membangun kepercayaan diri, disiplin, etika, serta kemampuan berkomunikasi.
Sandhy mengungkapkan, selama lebih dari tiga dekade berdiri, KS Model telah melahirkan banyak alumni yang berhasil menorehkan prestasi di berbagai ajang modeling, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Alhamdulillah, banyak alumni KS Model yang sudah sukses. Itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembinaan secara konsisten,” katanya.
Di tengah semakin banyaknya sekolah atau komunitas modeling yang bermunculan di Kabupaten Lumajang, Sandhy menilai kepercayaan masyarakat terhadap KS Model tetap tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah peserta didik yang terus bertambah setiap tahunnya.
Ia menjelaskan, KS Model secara rutin menggelar berbagai kegiatan dan mengikuti kompetisi di luar daerah. Selain itu, komunitas tersebut juga tergabung dalam Asosiasi Model Jawa Timur sehingga para peserta memiliki kesempatan mengikuti berbagai ajang bergengsi di sejumlah kota.
“Anak-anak sering mengikuti event di luar kota. Dari sanalah mereka mendapatkan pengalaman, meningkatkan kemampuan, sekaligus membawa nama baik Lumajang. Kami ingin mereka berkembang menjadi model yang profesional dengan dukungan penuh dari orang tua,” ujarnya.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, KS Model menghadirkan dewan juri profesional dari luar Kabupaten Lumajang.
“Kami sengaja menghadirkan juri dari luar daerah agar penilaian berlangsung independen. Kami menghormati sepenuhnya keputusan dewan juri dan ingin seluruh peserta berkompetisi secara sehat, sportif, dan amanah,” tutur Sandhy.
Ajang tahun ini diikuti sekitar 50 peserta yang terbagi dalam kategori A, B, dan C. Para peserta berasal dari berbagai daerah, antara lain Lumajang, Jember, Bondowoso, Malang, dan Probolinggo.
Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp150.000 per peserta. Biaya tersebut sudah mencakup fasilitas berupa trofi, piala, sertifikat penghargaan, serta penilaian oleh dewan juri profesional yang didatangkan dari luar daerah.
Sandhy juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lumajang, khususnya Bupati, yang telah memberikan fasilitas sehingga kegiatan pembinaan generasi muda melalui dunia modeling dapat terus berlangsung.
Menurutnya, sinergi antara komunitas, orang tua, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menciptakan ruang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan prestasi.
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-32 KS Model Lumajang menjadi penegas perjalanan panjang komunitas tersebut dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi di dunia modeling, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Harapan kami, KS Model terus maju dan mampu mencetak generasi yang sopan, santun, berwibawa, elegan, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi memang penting, tetapi pembentukan karakter tetap menjadi tujuan utama kami,” pungkas Sandhy.(D.S)


















