Tim Kementerian Pertahanan RI Tinjau Pembangunan Yonif TP di Senduro Lumajang
Lumajang,Teropong Jabar.Selasa,23/6/2026 – Tim Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja dan peninjauan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, Tim Kemhan RI menggelar diskusi bersama unsur pelaksana pembangunan, Zeni Bangunan (Zibang), kontraktor, serta pihak terkait guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku.
Pada kesempatan itu, Tim Kemhan secara langsung meminta penjelasan kepada pihak Zibang terkait Surat Hak Pakai (SHP), surat perintah pembangunan, serta keabsahan dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan proyek. Selain itu, Tim Kemhan menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sekitar apabila masih terdapat kendala terkait lahan garapan.
Tim Kemhan juga mengingatkan agar seluruh material yang digunakan dalam pembangunan benar-benar diperiksa dan disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Pengawasan kualitas pembangunan dinilai menjadi faktor penting untuk menjamin hasil pembangunan yang optimal.
Dalam evaluasinya, Tim Kemhan menyebut lokasi pembangunan Yonif TP di Senduro memiliki kondisi yang sangat baik dibandingkan sejumlah lokasi lain di Jawa Timur. Bahkan, proses pembangunan di lokasi tersebut dinilai sebagai salah satu yang paling cepat dalam pelaksanaannya.
Untuk mendukung kelancaran proyek, Tim Kemhan meminta agar perkembangan pembangunan dilaporkan setiap hari, didokumentasikan secara lengkap, serta dipasang pada papan direksi proyek. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bahan evaluasi dan pertanggungjawaban apabila terdapat temuan maupun koreksi dari pemerintah pusat.
Meski demikian, pihak kontraktor masih menghadapi kendala terkait lahan pembangunan dapur batalyon dan garasi alat berat (Alber). Hingga saat ini, proses penebangan pohon oleh pihak Perhutani di lokasi tersebut masih belum selesai sehingga pekerjaan belum dapat dilaksanakan secara maksimal.
Tim Kemhan juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara pelaksana dan pengawas pembangunan agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai target. Sementara itu, pihak Zibang diminta segera menentukan batas patok lahan guna menghindari potensi permasalahan di kemudian hari.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertahanan RI untuk memastikan pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan di Kabupaten Lumajang berjalan tepat waktu, sesuai spesifikasi, dan dapat mendukung penguatan pertahanan serta pembangunan wilayah di masa mendatang.(D.S)


















