Barusyifa Kukuhkan Generasi Pengabdi Al-Qur’an, Siapkan Lulusan Berkarakter Hadapi Tantangan Era Kecerdasan Buatan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
LUMAJANG, Teropong Jabar,Sabtu,27/6/2026– Semangat mencetak generasi Qurani yang siap mengabdi kepada umat mewarnai kegiatan Haflah Akhirussanah, Pelepasan dan Pengukuhan Guru Al-Qur’an serta Wisuda Tahfidz 30 Juz yang digelar Yayasan Barusyifa di Aula SMK Mulu Lumajang.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan masa pendidikan, mulai dari prosesi pelepasan guru Al-Qur’an, wisuda hafidz 30 juz, hingga pengukuhan santri kelas akhir yang dinyatakan siap mengemban amanah dakwah dan pengabdian di tengah masyarakat.
Direktur Barusyifa, Ustaz Achmad Fatkhillah mengatakan rangkaian haflah merupakan agenda rutin lembaga sebagai bentuk apresiasi atas capaian para santri sekaligus penegasan komitmen Barusyifa dalam mencetak kader-kader Al-Qur’an yang siap berkiprah di mana pun mereka berada.
“Kami merangkum tiga prosesi sekaligus, yakni pelepasan guru Al-Qur’an, wisuda tahfidz 30 juz, dan pengukuhan kelas akhir yang telah menyelesaikan program pendidikan. Mereka kini siap berkhidmat di mana pun ditempatkan,” ujarnya.
Menurut Achmad Fatkhillah menjadi santri Barusyifa tidak cukup hanya memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, setiap lulusan diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Santri Barusyifa bukan sekadar menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi harus memiliki kebermanfaatan yang luas dan mampu memberikan solusi di lingkungan tempat mereka mengabdi,” katanya.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang mulai mengubah berbagai profesi, termasuk di bidang desain grafika, multimedia, dan pekerjaan lainnya. Karena itu, Barusyifa membekali santri tidak hanya dengan penguasaan ilmu agama, tetapi juga pengalaman praktik melalui program magang dan pembelajaran langsung di lapangan.
Menurutnya, penguatan karakter, kepekaan, serta kemampuan memahami perkembangan zaman menjadi bekal penting agar para lulusan mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Dalam proses pendidikannya, Barusyifa mengombinasikan kurikulum pendidikan umum dengan kurikulum keislaman bercorak mu’allimin yang mengacu pada sistem pendidikan Pondok Modern Gontor. Fondasi utama tetap diletakkan pada penguasaan Al-Qur’an sebagai pijakan dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kami ingin melahirkan putra-putri yang bukan hanya hafidz Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat. Bahkan, kami berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga ke Timur Tengah,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Achmad Fatkhillah mengajak seluruh pihak untuk ikut berpartisipasi menyelesaikan pembangunan sarana pendidikan Barusyifa yang masih berlangsung.
“Apabila Allah mengizinkan, kami memohon keikhlasan masyarakat untuk bersama-sama membantu pembangunan yang belum selesai. Berapa pun nilainya, semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan,” tuturnya.
Haflah Akhirussanah tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri para orang tua santri, tokoh agama, pengurus yayasan, serta tamu undangan. Suasana haru menyelimuti prosesi wisuda dan pengukuhan sebagai penanda lahirnya generasi baru pengemban nilai-nilai Al-Qur’an yang diharapkan mampu memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.(D.S)


















