Spektakuler di Watu Pecak, “Lamadjang The Land of Glory” Hidupkan Sejarah Lumajang Lewat Panggung Budaya Kolosal
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
LUMAJANG, Teropong Jabar ,Senin,29/6/2026– Sejarah daerah tidak hanya dapat dipelajari melalui buku atau arsip, tetapi juga dihidupkan melalui pertunjukan seni yang memikat. Semangat itu ditampilkan dalam pergelaran kolosal bertajuk “Lamadjang The Land of Glory”, yang menjadi puncak rangkaian Segoro Topeng Kaliwungu dan Jaran Kencak 2026 di /Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.(Minggu,28/6/2026)
Menggabungkan seni tari, musik tradisional, teatrikal, dan tata visual yang megah, pertunjukan tersebut mengisahkan kejayaan Lamadjang sebagai bagian dari sejarah panjang Kabupaten Lumajang. Ribuan penonton yang memadati kawasan Pantai Watu Pecak diajak menelusuri perjalanan sejarah daerah melalui sajian seni yang komunikatif dan mudah dipahami lintas generasi.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan bahwa pertunjukan kolosal itu bukan sekadar hiburan, melainkan menjadi media edukasi untuk memperkenalkan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat.
“Melalui Lamadjang The Land of Glory, kami ingin mengajak generasi muda mengenal kembali akar sejarah daerahnya. Budaya bukan hanya warisan yang dijaga, tetapi juga kekuatan yang menginspirasi masa depan dan memperkuat karakter masyarakat Lumajang,” ujar Indah.
Menurut dia, pemahaman terhadap sejarah lokal memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa bangga serta kepedulian masyarakat terhadap identitas daerah. Nilai-nilai sejarah tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.
Pertunjukan ini juga menjadi ruang kolaborasi berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, seniman, pelajar, akademisi, hingga komunitas budaya. Kolaborasi tersebut menghadirkan narasi sejarah dalam kemasan seni pertunjukan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Selain menjadi media literasi sejarah, penyelenggaraan pertunjukan budaya berskala kolosal dinilai mampu memperkuat posisi Lumajang sebagai destinasi wisata budaya di Jawa Timur. Kegiatan ini sekaligus membuka ruang kreativitas bagi para pelaku seni lokal untuk terus berkarya dengan mengangkat kekayaan sejarah dan budaya daerah.
Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap karya-karya seni yang berangkat dari sejarah lokal dapat terus dikembangkan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan. Dengan demikian, generasi muda diharapkan semakin mengenal, menghargai, dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas Kabupaten Lumajang.
Pergelaran “Lamadjang The Land of Glory” menjadi bukti bahwa seni pertunjukan dapat berfungsi lebih dari sekadar tontonan. Di balik kemegahan panggung dan atraksi visual, tersimpan pesan tentang pentingnya merawat sejarah, memperkuat jati diri, serta membangun kebanggaan terhadap budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.(D.S)


















