PORSADIN III Lumajang Jadi Ajang Menjaring Santri Berprestasi, Juara Umum Diganjar Umrah Gratis
Lumajang – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Lumajang kembali menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) III sebagai ajang pencarian bibit-bibit santri berprestasi di bidang keagamaan, seni, dan olahraga. Kegiatan yang digelar dua tahun sekali ini menjadi tahapan seleksi menuju PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia PORSADIN III Kabupaten Lumajang, Suwanderi Achmad, mengatakan seluruh peserta yang berlaga di tingkat kabupaten merupakan hasil seleksi dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Lumajang.
> “PORSADIN merupakan agenda rutin yang kami laksanakan setiap dua tahun sekali. Sebelum seleksi tingkat kabupaten, kami telah mengadakan seleksi di tingkat kecamatan se-Kabupaten Lumajang. Peserta yang berhasil lolos nantinya akan mewakili Lumajang pada PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujar Suwanderi.
Ia menjelaskan, PORSADIN Jawa Timur tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25–27 September 2026, dengan Kabupaten Lumajang dipercaya sebagai tuan rumah.
Menurutnya, ajang ini bertujuan menjaring generasi santri yang memiliki kemampuan unggul di berbagai bidang. Cabang yang diperlombakan meliputi olahraga seperti lari, bulu tangkis, dan tenis meja, serta bidang akademik dan keagamaan seperti Musabaqah Kitab Kuning (MKK), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tahfiz Juz 30, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Arab, kaligrafi, hingga imla.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini akan lahir generasi penerus bangsa yang memiliki prestasi sekaligus akhlak yang baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua FKDT Kabupaten Lumajang, yang akrab disapa Cak, menegaskan bahwa PORSADIN tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter santri secara menyeluruh.
Menurutnya, keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani menjadi tujuan utama kegiatan tersebut.
> “Kami ingin mencari bibit-bibit unggul yang berkualitas, terutama dalam bidang keagamaan dan olahraga. Jiwa yang sehat perlu didukung tubuh yang sehat, begitu pula sebaliknya. Karena itu seni membina jiwa dan olahraga membina raga harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia berharap dari proses seleksi tersebut akan lahir para santri terbaik yang mampu mengharumkan nama Lumajang di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta, panitia bersama sponsor juga menyiapkan berbagai penghargaan. Salah satunya adalah hadiah umrah gratis bagi kontingen yang berhasil menjadi juara umum, yang disponsori oleh biro perjalanan umrah Asofwa Tour & Travel. Selain itu, para juara di masing-masing cabang juga akan memperoleh uang pembinaan sebagai bekal untuk mempersiapkan diri menghadapi PORSADIN Jawa Timur.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah daerah maupun Kementerian Agama, terus mengalir agar kegiatan positif seperti ini dapat berlangsung secara berkesinambungan,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Kantor Kementerian Agama dalam pembukaan kegiatan, termasuk Bupati Lumajang Indah Amperawati serta perwakilan Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi modal penting dalam membina santri agar mampu berprestasi sekaligus memiliki fondasi keagamaan yang kuat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mendapat dukungan dari semua pihak. Ini merupakan upaya membentuk generasi santri yang berprestasi, berakhlak mulia, dan siap menjadi bagian dari pembangunan Indonesia pada masa depan,” pungkasnya.


















