HKTI Hilirisasi, Dorong Petani Naik Kelas dan Sejahtera
LUMAJANG, kabarnusa 24.Com– Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menargetkan penguatan hilirisasi hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendorong kesejahteraan petani. Langkah ini dilakukan melalui pendampingan petani, penguatan konsolidasi organisasi, hingga membuka akses pasar agar hasil bumi Lumajang tidak hanya dijual dalam bentuk mentah.Acara ini di laksanakan di pendopo Arya Wiraraja,dihadiri DPW Jawa Timur, perwakilan perani, perikanan, perkebunan dan kelompok tani lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua HKTI Kabupaten Lumajang, M. Jamaludin, mengatakan penguatan hilirisasi menjadi salah satu fokus utama kepengurusan HKTI ke depan. Menurut dia, potensi komoditas pertanian Lumajang perlu dioptimalkan agar memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi petani.
“Banyak komoditas di Lumajang yang masih dijual dalam bentuk mentah ke luar daerah. Misalnya pisang dan kopi. Ke depan, bagaimana kita mendampingi petani agar hasil pertaniannya bisa diolah lebih lanjut sehingga memiliki nilai tambah dan mampu mengangkat kesejahteraan mereka,” kata Jamaludin.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui pendampingan langsung kepada petani serta pengawalan kebijakan pemerintah agar lebih berpihak pada kebutuhan sektor pertanian. HKTI juga mendorong pengembangan hasil bumi menuju industrialisasi sehingga petani tidak hanya berperan sebagai produsen bahan baku, tetapi turut memperoleh manfaat dari proses pengolahan dan pemasaran.
Jamaludin menjelaskan, HKTI tidak hanya bergerak di sektor pertanian dalam arti sempit. Organisasi tersebut juga mencakup subsektor perkebunan, peternakan, dan perikanan. Karena itu, pendampingan yang dilakukan diharapkan mampu menjangkau berbagai kelompok petani dan pelaku usaha di sektor pangan.
Selain hilirisasi, HKTI Lumajang juga menaruh perhatian pada persoalan fluktuasi harga komoditas, terutama sayuran dan cabai. Menurut Jamaludin, perubahan harga yang tidak menentu membutuhkan solusi konkret agar petani tidak terus-menerus berada dalam posisi yang rentan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah mempertemukan petani dengan pembeli atau “packer” yang mampu menyerap hasil panen. Dengan adanya kepastian pasar dan penyerapan komoditas, petani diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh harga yang layak.
“Kita tidak bisa tinggal diam ketika harga komoditas berfluktuasi. Harus ada solusi, misalnya mendatangkan pembeli atau “packer” yang bisa menyerap hasil sayuran petani. HKTI harus hadir di tengah-tengah mereka untuk membantu mencari jalan keluar,” ujarnya.
Jamaludin menegaskan, penguatan peran HKTI juga akan diarahkan untuk mendukung program pemerintah yang berpihak pada petani, sejalan dengan agenda pembangunan nasional di sektor pangan.
Ia berharap, selama kembali memimpin HKTI Kabupaten Lumajang, organisasi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani melalui kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait.
“Harapan saya, selama periode ini, HKTI bisa membantu menyejahterakan petani di Lumajang. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari solusi agar petani bisa naik kelas,” katanya.
Pelantikan Pengurus hingga Expo Pangan
Sebagai bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober, HKTI Kabupaten Lumajang menggelar sejumlah kegiatan yang berlangsung pada 16–17 Oktober. Rangkaian acara tersebut meliputi pelantikan pengurus HKTI tingkat kabupaten, sarasehan kedaulatan pangan yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, serta pameran atau “expo”.
Menurut Jamaludin, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang untuk memperluas wawasan dan memperkuat sinergi dalam membangun sektor pangan.
Melalui pelantikan pengurus, HKTI diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya mendampingi petani. Sementara itu, sarasehan kedaulatan pangan menjadi wadah untuk membahas tantangan dan peluang pembangunan pangan, sedangkan expo diharapkan dapat memperkenalkan potensi serta produk unggulan daerah.
Jamaludin berharap, rangkaian kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara petani, organisasi, pemerintah, dan pelaku usaha. Dengan demikian, upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memperluas akses pasar dapat berjalan berkelanjutan demi mendorong petani Lumajang semakin mandiri dan sejahtera.( D.S )
HKTI Lumajang Fokus Hilirisasi, Dorong Petani Naik Kelas dan Sejahtera
LUMAJANG, kabarnusa 24.Com– Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menargetkan penguatan hilirisasi hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendorong kesejahteraan petani. Langkah ini dilakukan melalui pendampingan petani, penguatan konsolidasi organisasi, hingga membuka akses pasar agar hasil bumi Lumajang tidak hanya dijual dalam bentuk mentah.Acara ini di laksanakan di pendopo Arya Wiraraja,dihadiri DPW Jawa Timur, perwakilan perani, perikanan, perkebunan dan kelompok tani lainnya.
Ketua HKTI Kabupaten Lumajang, M. Jamaludin, mengatakan penguatan hilirisasi menjadi salah satu fokus utama kepengurusan HKTI ke depan. Menurut dia, potensi komoditas pertanian Lumajang perlu dioptimalkan agar memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi petani.
“Banyak komoditas di Lumajang yang masih dijual dalam bentuk mentah ke luar daerah. Misalnya pisang dan kopi. Ke depan, bagaimana kita mendampingi petani agar hasil pertaniannya bisa diolah lebih lanjut sehingga memiliki nilai tambah dan mampu mengangkat kesejahteraan mereka,” kata Jamaludin.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui pendampingan langsung kepada petani serta pengawalan kebijakan pemerintah agar lebih berpihak pada kebutuhan sektor pertanian. HKTI juga mendorong pengembangan hasil bumi menuju industrialisasi sehingga petani tidak hanya berperan sebagai produsen bahan baku, tetapi turut memperoleh manfaat dari proses pengolahan dan pemasaran.
Jamaludin menjelaskan, HKTI tidak hanya bergerak di sektor pertanian dalam arti sempit. Organisasi tersebut juga mencakup subsektor perkebunan, peternakan, dan perikanan. Karena itu, pendampingan yang dilakukan diharapkan mampu menjangkau berbagai kelompok petani dan pelaku usaha di sektor pangan.
Selain hilirisasi, HKTI Lumajang juga menaruh perhatian pada persoalan fluktuasi harga komoditas, terutama sayuran dan cabai. Menurut Jamaludin, perubahan harga yang tidak menentu membutuhkan solusi konkret agar petani tidak terus-menerus berada dalam posisi yang rentan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah mempertemukan petani dengan pembeli atau “packer” yang mampu menyerap hasil panen. Dengan adanya kepastian pasar dan penyerapan komoditas, petani diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh harga yang layak.
“Kita tidak bisa tinggal diam ketika harga komoditas berfluktuasi. Harus ada solusi, misalnya mendatangkan pembeli atau “packer” yang bisa menyerap hasil sayuran petani. HKTI harus hadir di tengah-tengah mereka untuk membantu mencari jalan keluar,” ujarnya.
Jamaludin menegaskan, penguatan peran HKTI juga akan diarahkan untuk mendukung program pemerintah yang berpihak pada petani, sejalan dengan agenda pembangunan nasional di sektor pangan.
Ia berharap, selama kembali memimpin HKTI Kabupaten Lumajang, organisasi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani melalui kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait.
“Harapan saya, selama periode ini, HKTI bisa membantu menyejahterakan petani di Lumajang. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari solusi agar petani bisa naik kelas,” katanya.
Pelantikan Pengurus hingga Expo Pangan
Sebagai bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober, HKTI Kabupaten Lumajang menggelar sejumlah kegiatan yang berlangsung pada 16–17 Oktober. Rangkaian acara tersebut meliputi pelantikan pengurus HKTI tingkat kabupaten, sarasehan kedaulatan pangan yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, serta pameran atau “expo”.
Menurut Jamaludin, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang untuk memperluas wawasan dan memperkuat sinergi dalam membangun sektor pangan.
Melalui pelantikan pengurus, HKTI diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya mendampingi petani. Sementara itu, sarasehan kedaulatan pangan menjadi wadah untuk membahas tantangan dan peluang pembangunan pangan, sedangkan expo diharapkan dapat memperkenalkan potensi serta produk unggulan daerah.
Jamaludin berharap, rangkaian kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara petani, organisasi, pemerintah, dan pelaku usaha. Dengan demikian, upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memperluas akses pasar dapat berjalan berkelanjutan demi mendorong petani Lumajang semakin mandiri dan sejahtera.( D.S )


















